Jumat, Februari 19, 2021

Asiya Perempuan yang Dirindukan Surga

Oleh Tsalis Muttaqin

Dari permaisuri berkedudukan tinggi yang tinggal di istana Raja Fir’aun, ia menjadi perempuan beriman yang disiksa dan tertimpa amarah sampai meninggal dunia. Dialah perempuan mulia nan agung, Asiya binti Muzahim, isteri Raja Fir’aun Mesir di zaman Nabi Musa alaihissalam. Sebagai seorang permaisuri, Asiya tentu hidup serba nikmat. Tidur nyaman di atas kasur empuk. Pakaian serba mewah dan mahal. Dilayani gadis-gadis dan pengiring. Apapun yang diinginkan pasti kesampaian. Namun semua kemewahan dan kesenangan itu ia tinggalkan. Asiya menjadi pengikut Musa dan beriman kepada Agama yang dibawa Musa.

Kisah Asiya binti Muzahim bermula dari sebuah peti yang berada di depan istana. Peti itu berisi bayi. Ketika gadis-gadis pelayan istana menemukan peti itu, mereka membawanya ke istana. Mereka tidak membukanya. Asiya orang yang pertama kali membuka dan melihat isi peti itu. Asiya takjub begitu melihat cahaya yang memenuhi wajah bayi kecil yang ada di dalam peti itu. Cahaya itu adalah pancaran kenabian yang meneranginya. Mata Asiya tidak berkedip melihatnya. Ia sangat mencintai dan menyayangi bayi itu. Selanjutnya Asia menjadi pagar bagi bayi itu. Pagar yang menghalangimya dari kekejaman Fir’aun.

Mendengar ditemukan peti berisi seorang bayi, Fir’aun datang dan hendak membunuhnya. Asiya mencegahnya dengan sekuat tenaga. Asiya berkata kepada Fir’aun: “Kita angkat bayi ini sebagai anak, supaya ia bermanfaat buat kita kelak.” Pada mulanya Fir’aun menolak ajakan Asiya. Namun berkat desakan Asiya, akhirnya Fir’aun sepakat untuk mengasuh bayi itu sebagai anak angkat. Asiya sangat bahagia mendapat anugerah ini. Ia memberi nama bayi itu: Musa. Kemudian ia mencari wanita yang mau menyusui bayi itu. Akan tetapi bayi itu selalu menolak disusui, sehingga datang saudara perempuan Musa yang sejak semula mengikuti perjalanan peti itu. Saudara perempuan Musa itu berkata kepada Asiya: “Saya tahu perempuan yang tidak akan ditolak oleh bayi itu”. Seketika itu juga Asiya memerintahkan untuk mendatangkan perempuan itu. Perempuan itu bernama Yukabid, ibu kandung Musa. Ketika Yukabid, ibu kandung Musa menggendongnya, bayi Musa langsung menciumnya dan menyusu dengan tenang tanpa menangis. Dua perempuan kini secara bersama-sama menyayangi Musa. Satu ibu kandung yang melahirkan dan menyusuinya dan satu ibu angkat yang merawat dan menjaganya.

Jadilah Musa lentera yang bersinar di dalam istana Fir’aun. Ketika Asiya mengetahui kenabian Musa, ia langsung membenarkan dan beriman, tapi ia tidak berani terang-terangan karena takut pada suaminya, Fir’aun. Asiya beriman kepada agama Musa pada saat menyaksikan peristiwa yang terjadi antara Musa dan para ahli sihir pengikut Fir’aun. Setelah Musa melemparkan tongkatnya yang berubah menjadi ular yang sangat besar dan melumat ular-ular ciptaan ahli sihir.

Asiya yakin dengan agama yang dibawa Nabi Musa, meskipun tidak berani terang-terangan. Cahaya iman telah menerangi hatinya. Asiya mulai terang-terangan menampakkan Iman kepada Nabi Musa di saat menyaksikan Fir’aun membunuh Masyithah dan anaknya, karena mereka beriman kepada Tuhan selain Fir’aun. Fir’aun memang sangat kejam. Dengan seorang bayi pun Fir’aun tidak menaruh iba dan belas kasih. Atas kehendak Allah bayi dalam gendongan Masyithah dapat bicara untuk meneguhkan hati ibunya atas ujian yang besar ini.

Menyaksikan kekejaman fir’aun ini, Asiya tidak diam. Ia menentang perlakuan Fir’aun atas Masyithah. Masyithah adalah perempuan yang beriman kepada Allah, oleh karenanya Asiya menganggapnya sebagai saudara dalam iman.  Dengan lantang Asiya berkata kepada Fir’aun: “Celakalah engkau Fir’aun, berani-beraninya kamu kepada Allah”. Fir’aun murka atas ucapan Asiya. Ia menghardik Asiya: “Apakah kamu sudah Gila, wahai Asiya. Engkau telah kerasukan jin seperti Masyithah. Dengan tanpa ragu Asiya menjawab: “Tidak. Aku tidak gila. Aku telah beriman kepada Allah Tuhan seluruh alam”. Fir’aun berusaha menghentikan ucapan Asiya, tetapi dia bersikukuh dengan ucapannya. Fir’aun lalu memanggil ibu Asiya agar melihat apa yang terjadi kepada anaknya, tetapi Asiya tetap bersikukuh dengan ucapannya dan menolak nasehat ibunya.

Fir’aun kemudian keluar dan berkata kepada kaumnya: “Apa yang kalian katakan mengenai isteriku ini, Asiya binti Muzahim?”. Mereka memuji Asiya dan berkata: “Tidak ada perempuan semulia dia”. Fir’aun lalu berkata kepada mereka: “Ia telah kafir kepadaku dan mengikuti Tuhan Musa”. Mendengar pernyataan Fir’aun, pasukaan berbalik menyalahkan Asiya: “Kalau begitu, bunuh saja dia”. Setelah mendengar hasutan kaumnya, Fir’aun lalu mengikat Asiya pada sebuah batu besar dan menjemurnya di bawah terik panas matahari, tanpa diberi makan dan minum. Allah mengutus malaikat untuk melindungi Asiya dari sengatan panas matahari.

Fir’aun menyiksa isterinya agar kembali murtad dari agama Allah. Asiya menolaknya, meskipun harus menanggung siksaan yang demikian keras. Hati yang telah merasakan manisnya iman tidak akan goyah, meskipun didera berbagai derita dan nestapa. Dalam keadaan terikat, Asiya memohon kepada Allah agar ditampakkan surga kepadanya, supaya ia bahagia.  Seketika itu juga Allah mengabulkan permintaannya. Allah menampakkan surga yang disiapkan untuknya. Asiya tersenyum bahagia menyaksikan keindahan surga. Fir’aun yang saat itu menyaksikan senyum Asiya, berkata kepada kaumnya: “Lihatlah. Ia telah gila. Dia senyum-senyum sendiri pada saat kusiksa sedemikian keras”. Setelah itu Fir’aun memerintahkan kaumnya untuk menimbun tubuh Asiya dengan sebuah batu besar. Saat itu juga Allah mencabut nyawa Asiya, hingga batu besar itu hanya menimpa tubuh yang sudah tidak bernyawa lagi.

Demikianlah, perempuan agung ini telah menjadi teladan bagi sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang mahal dan indah untuk keteguhan iman kepada Allah. Iman yang begitu kuat menyebabkannya tidak menghiraukan lagi kekuasaan dan kemewahan. Bahkan tidak menghiraukan keselamatan diri dari bahaya dan kehancuran. Allah memuliakan Asiya atas seluruh perempuan di dunia. Ada empat perempuan paling mulia di dunia: Khadijah binti Khuwailid (isteri Rasul Allah), Fathimah binti Muhammad Rasul Allah, Maryam binti Imran dan Asiya binti Muzahim. (Tsalis Muttaqin).

Kamis, Februari 18, 2021

Kisah Abadi Masyithah Perempuan Teladan

Oleh: Tsalis Muttaqin

Ini sebuah kisah dari Mesir di Zaman Fir’aun. Tentang Masyithah, seorang perempuan yang beriman kepada Allah. Perempuan ini disebut Masyithah karena perkerjaanya sebagai tukang sisir rambut. Masyithah artinya tukang sisir rambut. Tidak ada keterangan yang pasti, siapa nama dia sebenarnya.

Masyithah hidup sederhana, tapi hatinya dipenuhi dengan kekuatan Iman yang teguh kepada Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Masyithah hidup bersama suami dan kedua anaknya. Sehari-hari Masyithah bekerja sebagai tukang sisir rambut puteri Fir’aun, seorang raja Mesir yang sangat kejam dan sombong. Fir’aun sangat berkuasa sebagai raja, segala titahnya diikuti rakyat, sehingga ia menjadi sombong. Begitu sombongnya, sehingga ia merasa dirinya adalah tuhan. Semua penduduk Mesir pada waktu itu disuruh menyembah kepada Fir’aun dan semua orang takut kepadanya. Mereka tunduk kepada Fir’aun karena takut mendapat siksaan yang berat. Mengingat Fir’aun merupakan raja yang sangat zalim dan kejam, Masyithah merahasiakan imannya kepada Allah. Hingga terbukalah rahasia iman sejati ini dalam sebuah peristiwa yang menyedihkan.

Pada suatu hari, Masyithah melakukan tugasnya sehari-hari sebagai tukang sisir rambut puteri Fir’aun. Di tengah-tengah menyisir rambut sang puteri, tiba-tiba sisir yang ada di tangan Masyithah terjatuh. Masyithah mengambil sisir yang terjatuh itu dengan mengucapkan: “Bismillah. Dengan nama Allah. Celakalah Fir’aun”. Mendengar ucapan Masyithah, Puteri Fir’aun tekejut dan bertanya: “Apakah kamu mempunyai Tuhan yang selain ayahku?”

Jawab Masyitah: “Ya”.

Tanya Puteri Fir’aun kemudian: “Bagaimana kalau jawabanmu kulaporkan kepada ayahku?”

“Silahkan”, jawab Masyithah tegas.

Sang puteri melaporkan kejadian itu kepada ayahnya, Fir’aun. Mendengar laporan puterinya, Fir’aun murka. Fir’aun memanggil Masyithah dan bertanya kepadanya langsung.

Fir’aun bertanya: “Apakah kamu mempunyai Tuhan yang selain aku?”

Jawab Masyithah: “Ya. Tuhanku dan Tuhanmu Dialah Allah”.

Mendengar jawaban Masyithah, dengan serta-merta Fir’aun murka. Ia perintahkan agar suami Masyithah dan kedua anaknya dibawa ke istana. Setelah suami dan kedua anak Masyithah dibawa ke istana, Fir’aun memerintahkan Masyithah dan suami untuk menyembahnya. Masyithah dan suami dengan tegas menolak perintah Fir’aun. Mereka berdua tetap bersikukuh untuk menyembah dan beriman kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. 

Fir’aun bertitah: “Baik. Jika kalian bersikukuh dengan pendirianmu, aku akan membuhuh kalian semua satu persatu”.

Mendengar titah Fir’aun ini, Masyithah memohon: “Jika keputusanu ingin membunuh kami, mohon kuburkanlah kami dalam satu liang lahat.”

Fir’aun lalu memerintahkan untuk disiapkan bejana besar yang diisi dengan air. Air itu lalu direbus sampai mendidih. Setelah air mendidih, Fir’uan memerintahkan agar Masyithah dan keluarganya dilemparkan ke dalam bejana itu satu-persatu. Tiba pada giliran anak Masyithah yang masih dalam susuan, tiba-tiba anak itu bisa berbicara: “Wahai ibu, masuklah. Jangan mundur ibu. Sungguh engkau mati dalam kebenaran”.

Masyithah sekeluarga dimasukkan dalam Air yang mendidih itu dan menemui ajal dalam keadaan yang sangat memilukan. Fir’aun memenuhi permintaan Masyithah, satu keluarga yang malang itu dikuburnya dalam satu liang lahat.

Begitulah kisah Masyithah yang malang. Hingga pada saat perjalanan Isra’ Mi’raj, Rasul Allah Muhammad melewati sebidang tanah yang mengeluarkan bau harum semerbak mewangi. Rasul Allah bertanya kepada Malaikat Jibril tentang bau wangi itu. Jibril memberi tahu bahwa disitulah Masyithah dan anak-anaknya dikuburkan.

Masyithah, meskipun perempuan ini harus melewati hidup penuh nestapa dan menyedihkan, ia adalah teladan bagi seorang yang teguh dalam sikap. Dia tetap teguh dengan iman yang ikhlas kepada Allah, meskipun harus menghadapi siksaan dan penderitaan yang paling kejam dalam sejarah manusia. Allah meneguhkan iman Masyithah. Rasa sakit dan kepedihannya menjadi pelajaran abadi bagi generasi setelahnya. Kisahnya dibaca manusia hingga hari ini. Kisah yang mengagumkan tentang sebuah keteguhan dan kekuatan iman dari seorang perempuan. (Tsalis Muttaqin).


Makamhaji, 6 Rajab 1442 H.

Rabu, Februari 10, 2021

Link PDF 9 Kitab hadis Induk. (al-kutub at-Tis'ah).

9 Kitab hadis Induk. (al_kutub at-Tis'ah).
1. al- Muwattha' Imam Malik.
link langsung Juz 1 (pengantar pentahqiq):
Link langsung Juz 2 (Naskah Kitab al-Muwathta':
2. Al-Musnad Imam Ahmad
Link langsung 20 File:
3. Shahih Imam al-Bukhari.
Link langsung 11 file:
4. Shahih Imam Muslim.
Link langsung 9 File:
5. Sunan Abu DAwud.
Link langsung 9 file:
6. Sunan at-Tirmidzi.
Link langsung 5 file:
7. as-Sunan as-Shughra li an-Nasa'i
Link langsung 10 File:
8. Sunan Ibnu Majah
Link langsung 5 file:
9 Sunan (musnad) ad-Darimiy
link langsung 4 file:

Kamis, November 20, 2014

Serangan Mongol ke Baghdad: Runtuhnya Abbasiyah


Siapakah Orang-orang Mongol?
Dalam khazanah sejarah dunia, tercatat bahwasanya bangsa Mongol mulai muncul pada akhir abad ke-12 atau awal abad ke-13 M. Pada mulanya, orang-orang Mongol adalah sekumpulan masyarakat nomad yang mendiami daerah hutan Siberia dan Mongolia luar. Mereka menempati daerah antara gurun pasir Gobi dan danau Baikal. Mereka hidup sebagai pengembara dan tinggal di perkemahan.
Kehidupan orang-orang Mongol dikenal dengan kehidupan bar-bar; mereka tidak mengenal kebersihan dan memakan semua daging binatang. Mereka menyembah matahari di saat terbit dan ada pula yang menganut cabang Nestoria dan Sammaniah yang mempertahankan kepercayaan kuno terhadap kesucian berbagai peristiwa dan benda alam. Sungai, mata air, Guntur , api, dll mereka anggap sebagai ruh-ruh suci, sementara kekuatan teritngginya adalah Langit Biru atau Khokh Tenger. Di sisi lain orang-orang Mongol juga dikenal pemberani, sabar, dan kuat menahan rasa sakit ketika diintimidasi oleh musuh.
Sama seperti orang-orang Arab, Mongol pun menganut paham tribalisme (kesukuan) yang kental. Mereka sangat patuh dan menjunjung tinggi kepala suku mereka.
Para sejarawan Arab sering menyebut mereka dengan orang-orang Tartar, memang demikianlah, orang-orang Mongol ini memang satu anak rumpun dengan bangsa Tartar.

Minggu, Maret 23, 2014

Puasa dalam Perspektif Hikmah

GAGASAN, SOLOPOS, SABTU PAHING, 17 NOVEMBER 2001

Oleh: Tsalis Muttaqin

Imam Ghozali, seorang ulama ahli dalam bidang fiqh, filsafat dan tasawuf yang pernah dimiliki oleh dunia Islam, dalam bukunya Ihya Ulumuddin menulis bahwa ada tiga klasifikasi dalam puasa, yaitu puasa umum, puasa khusus dan puasa di atas khusus.

Puasa umum adalah tingkatan puasa yang paling rendah derajatnya, yaitu sekadar menahan diri dari makan, minum,  jima’ (bersetubuh) dan perkara yang membatalkan puasa semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Puasa khusus, di samping menahan hal di atas, juga memelihara seluruh anggota badan dari perbuatan maksiat dan tercela. Sedangkan puasa di atas khusus adalah puasa hati dari segala kehendak hina dan segala pikiran duniawi serta mencegahnya dari memikirkan segala sesuatu yang selain Allah.

Puasa pada tingkatan ketiga adalah puasa para nabi-nabi, shiddiqin (orang-orang yang sangat benar) dan muqarrabin (orang-orang yang dekat kepada Allah), ialah tingkatan puasa yang sangat sulit untuk kita capai – untuk mengatakan hampir tidak mungkin. Sedangkan puasa yang ada di tingkatan kedua adalah puasanya orang-orang yang saleh. Pada tingkatan inilah yang seharusnya – dan mungkin – kita tuju untuk mencapainya.
Selanjutnya, jelas Imam Ghozali, ada enam hal yang harus kita perhatikan untuk mencapai kesempurnaan puasa pada tingkatan kedua ini.

Rabu, Januari 29, 2014

UMAT ISLAM DI TENGAH PUSARAN ARUS GLOBALISASI


Oleh: Tsalis Muttaqin


A. Pendahuluan
Manusia saat ini masuk dalam dunia transformasi,yang mempengaruhi hampir setiap aspek dari apa yang mereka lakukan. Entah baik atau buruk, manusia di dorong masuk ke dalam tatanan global yang tidak dipahami sepenuhnya oleh siapa pun, tetapi yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua umat manusia.[1]
Globalisasi barangkali bukanlah kata yang baru untuk diperbincangkan saat ini. Namun demikian, tidak seorang pun yang ingin memahami prospek kehidupan manusia di abad ini yang dapat mengabaikannya. Tidak ada satu pun negara yang tidak membicarakan isu globalisasi secara intensif. Di Prancis, kata itu disebut dengan mondialisation. Di Spanyol dan Amerika Latin, disebut globalizatión. Orang Jerman menyebutnya dengan globalisierung.[2] Sementara orang Arab menyebutnya dengn al-`awlamah.
Mengglobalnya istilah tersebut menjadi bukti perkembangan fenomena yang diacunya. Setiap guru bisnis membicarakannya. Pidato politik dirasa tidak lengkap tanpa menyebutkannya. Padahal, hingga akhir 1980-an, istilah tersebut hampir tidak pernah digunakan, baik dalam literatur akademis maupun dalam bahasa sehari-hari. Istilah itu datang entah dari mana, namun hampir ada di mana-mana.[3]
Dengan popularitasnya yang muncul tiba-tiba, tidak perlu terkejut jika makna gagasan itu tidak selalu jelas, atau jika reaksi intelektual dibangun untuk melawannya.  Globalisasi berkaitan dengan tesis bahwa kita semua sekarang hidup dalam satu dunia.[4]

Kata Mutiara

Yang haram akan tetap menjadi haram walau seluruh penghuni kolong langit melakukannya.
Jangan lepas prinsip-prinsipmu yang luhur walau hanya kamu yang pegang sendirian. (Syekh muatwally sya'rawy).

Kebebasan berekspresi harus diberikan kepada semua aliran pemikiran, bahkan pemikiran fanatik sekalipun. Dan saya tidak khawatir terhadap pemikiran fanatik, karena masyarakat pasti akan menolaknya. Yang saya takutkan adalah anarkisme yang menyertai pemikiran tersebut. (Dr. Muhammad Imarah).

Banyaknya kesedihan hendaknya tidak menjadikan muka cemberut di depan umum. Baginda Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak bersedih (memikirkan umatnya), tetapi beliau adalah orang yang paling banyak senyumnya di hadapan manusia. (Syekh Mutawalli al-Sya'rawi)

Salah satu ciri ulama al-Azhar adalah ketika mengajar disiplin ilmu apapun, mereka selalu 'menyelipkan' nasihat-nasihat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah (Syekh Jamal Faruq)

Kita dianjurkan untuk menziarahi kubur, karena ziarah kubur itu akan mengingatkan kita kepada kematian. Terlebih lagi ziarah kuburannya orang-orang shaleh, karena dengan ziarah kuburan orang-orang shaleh tersebut selain akan mengingatkan kita kepada kematian dan juga mengingatkan kepada kita akan semua amalan shalaeh yang telah diperbuatnya semasa hidup. (Syekh Muhammad AbduzzhahirImam Senior Masjid al-Azhar)

Berbakti kepada orang tua sering sekali disebutkan di dalam al-Quran setelah keimanan kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Hal itu menunjukkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Bahkan, durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. (Syekh Abdul Ghaffar Hilali)

Orang yang memahami Islam dengan benar, tidak akan menutup dirinya dari pendapat-pendapat orang lain. Walaupun dia seorang faqih, walaupun dia seorang pemimpin. 

Ulama-ulama Islam berkata: “Pendapat saya benar, namun mungkin saja salah. Pendapat orang lain 
salah, namun mungkin saja benar.” (-Syeikh Ahmad Umar Hasyim)

Minggu, Juni 02, 2013

Syaikh Mahfudz Termas Ulama Jawa Yang Mendunia

Nama lengkapnya Muhammad Mahfudz bin Abdullah At-Tarmasi. Populer disebut Syekh Mahfudz Tremas. Dialah ulama Jawa paling berpengaruh pada zamannya. Syaikh Muhammad Mahfuz Termas lahir di Termas, Pacitan, Jawa Timur, pada 12 Jumadil Ula 1285 H/31 Agustus 1868 M, dan bermukim di Mekah sampai beliau wafat pada 1 Rajab 1338 H/ 20 Mei 1920 M. Mahfudz amat berjasa dalam memperluas cakupan ilmu-ilmu yang di pelajari di pesantren-pesantren di Jawa, termasuk hadis dan ushul fiqh.

Jumat, Januari 18, 2013

MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA

1. Jangan mencela fisik suami/isteri kamu, meskipun itu kenyatannya. Orang yang benar-benar gendut, tetap tersinggung kalau dikata-katain gendut. Apalagi orang berhidung pendek, atau bermata juling.

2. Jangan mencela keluarga suami/isteri kamu. Meskipun tujuan anda baik, tapi ini termasuk wilayah sensitif.

3. Kalau salah satu diantara suami/isteri marah, yang lain jangan melayani. Tunggu sampai marahnya reda kemudian ajak bicara baik-baik. Sebab, kalau kamu melayani orang yang sedang marah, inilah awal perang Bubat dimulai dan ini sangat berbahaya untuk masa depan keluarga. Kasihan anak-anakmu kalau kamu punya kebiasaan seperti ini.

KEKUATAN CIUMAN ITU.....

Isteri mencium tangan suami bukan semata menempelkan bibirnya. 
Ada doa yang ia pahatkan di tangan suami. 

Istri mencium tangan suami semata meletakkan doa di sana, karena dengan tangan itulah suaminya bekerja.

Lewat ciuman di tangan suami, seorang istri sedang menghamba pada Tuhannya, agar menjaga tangan suaminya dari hal-hal yang dibenci oleh-Nya.

Lewat ciuman yang diletakkan di tangan suami, seorang istri menitipkan doa agar Tuhan menjaga tangan suami untuk tak mengambil yang bukan haknya.

Lewat ciuman yang disimpan di tangan suami, istri juga tengah mengiba pada Tuhan agar menghembuskan kasih sayang pada tangan suaminya.

Karena dengan tangan yang dirahmati Tuhan melalui bibir istri, ia bisa membelai sayang, menenangkan, atau bahkan menghapus air mata.

Bukankah hanya tangan yang diberkahi Tuhan yang mampu melnyingkirkan hal-hal yang menyakitkan bagi jiwa dan badan?”

KEISTIMEWAAN SONGKOK HITAM

Berikut ini adalah 10 keistimeawaan dari Songkok/kopyah/peci Hitam.

1. Songkok hitam merupakan identitas orang Indonesia yang Paling indonesia yang telah diakui oleh dunia.

2. Songkok hitam dikenakan juga oleh umat Islam ketika menegakkan shalat terutama bagi yang belum menunaikan ibadah haji.

3. Merupakan jilbabnya kaum pria, karena tentunya sang pemakai songkok ini tidak akan macam macam kelakuannya ketika mengenakan songkok hitam itu, kecuali di buka dulu. 

Jumat, Januari 11, 2013

ANAK TK MAKAN SETAN

Alkisah, Andi, anak kelas 0 besar TK di Jakarta disuruh pergi mengaji oleh ibunya. Ketika adzan Maghrib terdengar, denga­n sedikit malas si Andi pergi ke masjid untuk mengaji. Di masjid Andi diajarkan doa sebelum makan, berulang-ulang Andi dites oleh guru ngajinya sampai Andi hafal benar.

Sepulang mengaji Andi pulang sendirian, karena di antara tetangganya cuma dia yang pergi mengaji.

KISAH POHON APEL DAN SEORANG PEMUDA


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang
memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

Sabtu, Desember 22, 2012

SEBUAH KISAH: TENTANG PENGABDIAN DAN KESETIAAN

Oleh: Tsalis Muttaqin

Dua hari sudah Mario tergeletak di rumah sakit tak sadarkan diri. Pagi tadi ia baru siuman. Begitu siuman, ia memandang sekeliling. “Aku di mana?” pikirnya. 
Oh… perlahan-lahan ia ingat kejadian yang menimpa dirinya. Ia kecelakaan. Truk yang dikemudikannya ditabrak Colt Diesel yang mengkibatkan dirinya sekarang di rumah sakit. Seluruh tubuhnya terasa nyeri. Di bagian Kaki dan tangannya terutama. Dia menoleh ke samping.

Ahai… dia melihat isterinya berdiri disampingnya. Mata sang isteri kelihatan sembab oleh tangisan dan kurang tidur menemaninya di rumah sakit. Dia begitu terhibur dengan kehadiran isterinya. Justru di saat ia terpuruk tak berdaya di bangsal rumah sakit.

BERITA DUSTA/HADITS IFK (MENGENANG KESABARAN SAYYIDAH AISYAH RA )

Dalam perjalanan pulang kaum Muslimin dari perang Bani Mustahliq, tersiar berita dusta bertujuan merusak keluarga Nabi saw. Berikut ini kami kemukakan ringkasan dari riwayat yang tertera di dalam Ash-Shahihain.

Aisyah ra meriwayatkan bahwa dalam perjalanan ini ia ikut keluar bersama Rasulullah saw. Aisyah ra berkata: “Setelah selesai dari peperangan ini Rasulullah saw bergegas pulang dan memerintahkan orang-orang agar segera berangkat di malam hari. Di saat semua orang sedang berkemas-kemas hendak berangkat, aku keluar untuk membuang hajat, aku terus kembali hendak bergabung dengan rombongan. Pada saat itu kuraba-raba kalung leherku, ternyata sudah tak ada lagi. Aku lalu kembali lagi ke tempat aku membuang hajatku tadi untuk mencari-cari kalung hingga dapat kutemukan kembali.

BERMIMPILAH TERBANG TINGGI KE AWAN GAPAI CITA-CITA RAIH HARAPAN

Oleh: Tsalis Muttaqin

Suatu hari, hidup seekor elang yang menyimpan telur-telurnya di atas pohon tinggi. Di dalam sarangnya, keempat telur sama-sama menunggu untuk menetas dan menikmati hidup.

Tak disangka, sebuah gempa bumi datang dan menjatuhkan sebutir telur ke bawah. Beruntung telur tersebut tidak pecah dan jatuh di semak-semak dekat dengan peternakan ayam. Seekor induk ayam melihat telur tersebut kemudian membawanya pulang.

Merasa iba, tanpa berpikir panjang ia mengeraminya. Merawat dan memberikannya kehangatan, dan berharap ia bisa menetas dengan selamat.

Oh Tuhan, Tak Bisakah Dua Anak Manusia Ini Bersatu?

Oleh: Tsalis Muttaqin

Langit di timur mulai benderang ketika aku melangkah ke luar. Belum seorang pun di Dukuh Paruk yang sudah kelihatan. Langkahku tegap dan pasti. Aku, Rasus, sudah menemukan diriku sendiri. Dukuh Paruk dengan segala sebutan dan penghuninya akan kutinggalkan. Tanah airku yang kecil itu tidak lagi kubenci meskipun dulu aku telah bersumpah tidak akan memaafkannya karena dia pernah merenggut Srintil dari tanganku. Bahkan lebih dari itu. Aku akan memberi kesempatan kepada pedukuhanku yang kecil itu kembali kepada keasliannya. Dengan menolak perkawinan yang ditawarkan Srintil, aku memberi sesuatu yang paling berharga bagi Dukuh Paruk: ronggeng!
(Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari)

HATI-HATI, JANGAN SUKA ISENG DI TOILET WANITA!

Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi.

Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan pria tadi untuk menggunakan toilet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toilet tersebut.Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf “WW” “WA” “PP” “ATR” …

Karena penasaran, pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati ia menekan tombol “WW” dan seketika air hangat menyemprot pantatnya … dalam hati ia berkata “Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat) untuk cebok … wah enak ya perempuan kalau ke toliet.”

LAGU PILU ANAK JALANAN

Oleh: Tsalis Muttaqin
Peneliti: “Sudah lama menjadi anak jalanan?”
Anak Jalanan: “Mungkin takdirku, kedua orang tuaku juga orang jalanan. Katanya, aku lahir di jalanan. Di di sebuah bekas gerbong kereta api yang dijadikan “rumah” oleh orang tuaku.”

Peneliti: “Anda Pernah sekelah?”
Anak Jalanan: “Pernah di SD, tapi Cuma kelas 2. Saya keluar. Saya tidak tahu apa untungnya sekolah. buat apa sekolah kalau cari makan saja susah.”

Peneliti: “Apa cita-citamu?”
Anak jalanan: “Apa itu cita-cita?”

KISAH DARI MADURA

Oleh: Tsalis Muttaqin

Ini kisah dari Madura. Tentang seorang nenek tua penjual bunga. Untuk menjual bunga di pasar, nenek tua itu harus berjalan kaki cukup jauh. Seperti hari-hari sebelumnya, Usai jualan, Nenek pergi ke masjid Besar di kota itu untuk salat Dhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan daun-daun yang berserakan di sekitar masjid. Selembar demi selembar dipungutnya daun itu, sehingga tidak satu lembar pun tersisa. Tentu saja membutuhkan waktu lama untuk melakukan pekerjaan dengan cara seperti ini. Panas matahari yang begitu menyengat tak dihiraukan. Keringat pun membasahi tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

Entri Populer