Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 23, 2014

Puasa dalam Perspektif Hikmah

GAGASAN, SOLOPOS, SABTU PAHING, 17 NOVEMBER 2001

Oleh: Tsalis Muttaqin

Imam Ghozali, seorang ulama ahli dalam bidang fiqh, filsafat dan tasawuf yang pernah dimiliki oleh dunia Islam, dalam bukunya Ihya Ulumuddin menulis bahwa ada tiga klasifikasi dalam puasa, yaitu puasa umum, puasa khusus dan puasa di atas khusus.

Puasa umum adalah tingkatan puasa yang paling rendah derajatnya, yaitu sekadar menahan diri dari makan, minum,  jima’ (bersetubuh) dan perkara yang membatalkan puasa semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Puasa khusus, di samping menahan hal di atas, juga memelihara seluruh anggota badan dari perbuatan maksiat dan tercela. Sedangkan puasa di atas khusus adalah puasa hati dari segala kehendak hina dan segala pikiran duniawi serta mencegahnya dari memikirkan segala sesuatu yang selain Allah.

Puasa pada tingkatan ketiga adalah puasa para nabi-nabi, shiddiqin (orang-orang yang sangat benar) dan muqarrabin (orang-orang yang dekat kepada Allah), ialah tingkatan puasa yang sangat sulit untuk kita capai – untuk mengatakan hampir tidak mungkin. Sedangkan puasa yang ada di tingkatan kedua adalah puasanya orang-orang yang saleh. Pada tingkatan inilah yang seharusnya – dan mungkin – kita tuju untuk mencapainya.
Selanjutnya, jelas Imam Ghozali, ada enam hal yang harus kita perhatikan untuk mencapai kesempurnaan puasa pada tingkatan kedua ini.

Rabu, Januari 29, 2014

UMAT ISLAM DI TENGAH PUSARAN ARUS GLOBALISASI


Oleh: Tsalis Muttaqin


A. Pendahuluan
Manusia saat ini masuk dalam dunia transformasi,yang mempengaruhi hampir setiap aspek dari apa yang mereka lakukan. Entah baik atau buruk, manusia di dorong masuk ke dalam tatanan global yang tidak dipahami sepenuhnya oleh siapa pun, tetapi yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua umat manusia.[1]
Globalisasi barangkali bukanlah kata yang baru untuk diperbincangkan saat ini. Namun demikian, tidak seorang pun yang ingin memahami prospek kehidupan manusia di abad ini yang dapat mengabaikannya. Tidak ada satu pun negara yang tidak membicarakan isu globalisasi secara intensif. Di Prancis, kata itu disebut dengan mondialisation. Di Spanyol dan Amerika Latin, disebut globalizatión. Orang Jerman menyebutnya dengan globalisierung.[2] Sementara orang Arab menyebutnya dengn al-`awlamah.
Mengglobalnya istilah tersebut menjadi bukti perkembangan fenomena yang diacunya. Setiap guru bisnis membicarakannya. Pidato politik dirasa tidak lengkap tanpa menyebutkannya. Padahal, hingga akhir 1980-an, istilah tersebut hampir tidak pernah digunakan, baik dalam literatur akademis maupun dalam bahasa sehari-hari. Istilah itu datang entah dari mana, namun hampir ada di mana-mana.[3]
Dengan popularitasnya yang muncul tiba-tiba, tidak perlu terkejut jika makna gagasan itu tidak selalu jelas, atau jika reaksi intelektual dibangun untuk melawannya.  Globalisasi berkaitan dengan tesis bahwa kita semua sekarang hidup dalam satu dunia.[4]

Kata Mutiara

Yang haram akan tetap menjadi haram walau seluruh penghuni kolong langit melakukannya.
Jangan lepas prinsip-prinsipmu yang luhur walau hanya kamu yang pegang sendirian. (Syekh muatwally sya'rawy).

Kebebasan berekspresi harus diberikan kepada semua aliran pemikiran, bahkan pemikiran fanatik sekalipun. Dan saya tidak khawatir terhadap pemikiran fanatik, karena masyarakat pasti akan menolaknya. Yang saya takutkan adalah anarkisme yang menyertai pemikiran tersebut. (Dr. Muhammad Imarah).

Banyaknya kesedihan hendaknya tidak menjadikan muka cemberut di depan umum. Baginda Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak bersedih (memikirkan umatnya), tetapi beliau adalah orang yang paling banyak senyumnya di hadapan manusia. (Syekh Mutawalli al-Sya'rawi)

Salah satu ciri ulama al-Azhar adalah ketika mengajar disiplin ilmu apapun, mereka selalu 'menyelipkan' nasihat-nasihat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah (Syekh Jamal Faruq)

Kita dianjurkan untuk menziarahi kubur, karena ziarah kubur itu akan mengingatkan kita kepada kematian. Terlebih lagi ziarah kuburannya orang-orang shaleh, karena dengan ziarah kuburan orang-orang shaleh tersebut selain akan mengingatkan kita kepada kematian dan juga mengingatkan kepada kita akan semua amalan shalaeh yang telah diperbuatnya semasa hidup. (Syekh Muhammad AbduzzhahirImam Senior Masjid al-Azhar)

Berbakti kepada orang tua sering sekali disebutkan di dalam al-Quran setelah keimanan kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Hal itu menunjukkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Bahkan, durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. (Syekh Abdul Ghaffar Hilali)

Orang yang memahami Islam dengan benar, tidak akan menutup dirinya dari pendapat-pendapat orang lain. Walaupun dia seorang faqih, walaupun dia seorang pemimpin. 

Ulama-ulama Islam berkata: “Pendapat saya benar, namun mungkin saja salah. Pendapat orang lain 
salah, namun mungkin saja benar.” (-Syeikh Ahmad Umar Hasyim)

Jumat, Januari 18, 2013

MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA

1. Jangan mencela fisik suami/isteri kamu, meskipun itu kenyatannya. Orang yang benar-benar gendut, tetap tersinggung kalau dikata-katain gendut. Apalagi orang berhidung pendek, atau bermata juling.

2. Jangan mencela keluarga suami/isteri kamu. Meskipun tujuan anda baik, tapi ini termasuk wilayah sensitif.

3. Kalau salah satu diantara suami/isteri marah, yang lain jangan melayani. Tunggu sampai marahnya reda kemudian ajak bicara baik-baik. Sebab, kalau kamu melayani orang yang sedang marah, inilah awal perang Bubat dimulai dan ini sangat berbahaya untuk masa depan keluarga. Kasihan anak-anakmu kalau kamu punya kebiasaan seperti ini.

KEKUATAN CIUMAN ITU.....

Isteri mencium tangan suami bukan semata menempelkan bibirnya. 
Ada doa yang ia pahatkan di tangan suami. 

Istri mencium tangan suami semata meletakkan doa di sana, karena dengan tangan itulah suaminya bekerja.

Lewat ciuman di tangan suami, seorang istri sedang menghamba pada Tuhannya, agar menjaga tangan suaminya dari hal-hal yang dibenci oleh-Nya.

Lewat ciuman yang diletakkan di tangan suami, seorang istri menitipkan doa agar Tuhan menjaga tangan suami untuk tak mengambil yang bukan haknya.

Lewat ciuman yang disimpan di tangan suami, istri juga tengah mengiba pada Tuhan agar menghembuskan kasih sayang pada tangan suaminya.

Karena dengan tangan yang dirahmati Tuhan melalui bibir istri, ia bisa membelai sayang, menenangkan, atau bahkan menghapus air mata.

Bukankah hanya tangan yang diberkahi Tuhan yang mampu melnyingkirkan hal-hal yang menyakitkan bagi jiwa dan badan?”

KEISTIMEWAAN SONGKOK HITAM

Berikut ini adalah 10 keistimeawaan dari Songkok/kopyah/peci Hitam.

1. Songkok hitam merupakan identitas orang Indonesia yang Paling indonesia yang telah diakui oleh dunia.

2. Songkok hitam dikenakan juga oleh umat Islam ketika menegakkan shalat terutama bagi yang belum menunaikan ibadah haji.

3. Merupakan jilbabnya kaum pria, karena tentunya sang pemakai songkok ini tidak akan macam macam kelakuannya ketika mengenakan songkok hitam itu, kecuali di buka dulu. 

Jumat, Januari 11, 2013

KISAH POHON APEL DAN SEORANG PEMUDA


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang
memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

Sabtu, Desember 22, 2012

SEBUAH KISAH: TENTANG PENGABDIAN DAN KESETIAAN

Oleh: Tsalis Muttaqin

Dua hari sudah Mario tergeletak di rumah sakit tak sadarkan diri. Pagi tadi ia baru siuman. Begitu siuman, ia memandang sekeliling. “Aku di mana?” pikirnya. 
Oh… perlahan-lahan ia ingat kejadian yang menimpa dirinya. Ia kecelakaan. Truk yang dikemudikannya ditabrak Colt Diesel yang mengkibatkan dirinya sekarang di rumah sakit. Seluruh tubuhnya terasa nyeri. Di bagian Kaki dan tangannya terutama. Dia menoleh ke samping.

Ahai… dia melihat isterinya berdiri disampingnya. Mata sang isteri kelihatan sembab oleh tangisan dan kurang tidur menemaninya di rumah sakit. Dia begitu terhibur dengan kehadiran isterinya. Justru di saat ia terpuruk tak berdaya di bangsal rumah sakit.

BERITA DUSTA/HADITS IFK (MENGENANG KESABARAN SAYYIDAH AISYAH RA )

Dalam perjalanan pulang kaum Muslimin dari perang Bani Mustahliq, tersiar berita dusta bertujuan merusak keluarga Nabi saw. Berikut ini kami kemukakan ringkasan dari riwayat yang tertera di dalam Ash-Shahihain.

Aisyah ra meriwayatkan bahwa dalam perjalanan ini ia ikut keluar bersama Rasulullah saw. Aisyah ra berkata: “Setelah selesai dari peperangan ini Rasulullah saw bergegas pulang dan memerintahkan orang-orang agar segera berangkat di malam hari. Di saat semua orang sedang berkemas-kemas hendak berangkat, aku keluar untuk membuang hajat, aku terus kembali hendak bergabung dengan rombongan. Pada saat itu kuraba-raba kalung leherku, ternyata sudah tak ada lagi. Aku lalu kembali lagi ke tempat aku membuang hajatku tadi untuk mencari-cari kalung hingga dapat kutemukan kembali.

BERMIMPILAH TERBANG TINGGI KE AWAN GAPAI CITA-CITA RAIH HARAPAN

Oleh: Tsalis Muttaqin

Suatu hari, hidup seekor elang yang menyimpan telur-telurnya di atas pohon tinggi. Di dalam sarangnya, keempat telur sama-sama menunggu untuk menetas dan menikmati hidup.

Tak disangka, sebuah gempa bumi datang dan menjatuhkan sebutir telur ke bawah. Beruntung telur tersebut tidak pecah dan jatuh di semak-semak dekat dengan peternakan ayam. Seekor induk ayam melihat telur tersebut kemudian membawanya pulang.

Merasa iba, tanpa berpikir panjang ia mengeraminya. Merawat dan memberikannya kehangatan, dan berharap ia bisa menetas dengan selamat.

Oh Tuhan, Tak Bisakah Dua Anak Manusia Ini Bersatu?

Oleh: Tsalis Muttaqin

Langit di timur mulai benderang ketika aku melangkah ke luar. Belum seorang pun di Dukuh Paruk yang sudah kelihatan. Langkahku tegap dan pasti. Aku, Rasus, sudah menemukan diriku sendiri. Dukuh Paruk dengan segala sebutan dan penghuninya akan kutinggalkan. Tanah airku yang kecil itu tidak lagi kubenci meskipun dulu aku telah bersumpah tidak akan memaafkannya karena dia pernah merenggut Srintil dari tanganku. Bahkan lebih dari itu. Aku akan memberi kesempatan kepada pedukuhanku yang kecil itu kembali kepada keasliannya. Dengan menolak perkawinan yang ditawarkan Srintil, aku memberi sesuatu yang paling berharga bagi Dukuh Paruk: ronggeng!
(Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari)

LAGU PILU ANAK JALANAN

Oleh: Tsalis Muttaqin
Peneliti: “Sudah lama menjadi anak jalanan?”
Anak Jalanan: “Mungkin takdirku, kedua orang tuaku juga orang jalanan. Katanya, aku lahir di jalanan. Di di sebuah bekas gerbong kereta api yang dijadikan “rumah” oleh orang tuaku.”

Peneliti: “Anda Pernah sekelah?”
Anak Jalanan: “Pernah di SD, tapi Cuma kelas 2. Saya keluar. Saya tidak tahu apa untungnya sekolah. buat apa sekolah kalau cari makan saja susah.”

Peneliti: “Apa cita-citamu?”
Anak jalanan: “Apa itu cita-cita?”

KISAH DARI MADURA

Oleh: Tsalis Muttaqin

Ini kisah dari Madura. Tentang seorang nenek tua penjual bunga. Untuk menjual bunga di pasar, nenek tua itu harus berjalan kaki cukup jauh. Seperti hari-hari sebelumnya, Usai jualan, Nenek pergi ke masjid Besar di kota itu untuk salat Dhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan daun-daun yang berserakan di sekitar masjid. Selembar demi selembar dipungutnya daun itu, sehingga tidak satu lembar pun tersisa. Tentu saja membutuhkan waktu lama untuk melakukan pekerjaan dengan cara seperti ini. Panas matahari yang begitu menyengat tak dihiraukan. Keringat pun membasahi tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

PELAJARAN DARI LAUT

Pada suatu hari di musim libur. Seorang Sarjana berlibur di pantai. Ia menyewa perahu yang dikemudikan oleh seorang Nelayan. Sarjana itu pun akhirnya berlayar dengan ditemani Nelayan. Di tengah laut terjadi obrolan antara Sarjana dan Nelayan.

Sarjana: ” Apakah bapak pernah belajar tentang hakikat hidup?”
“Tidak.” Jawab Nelayan.
“Wah, sayang sekali, Bapak telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Bapak”.

Apakah bapak pernah belajar tentang sejarah bangsa-bangsa?” Sarjana itu bertanya lagi.
“Tidak juga.” Jawab nelayan tersebut.
Sarjana itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Bapak tidak pernah belajar sejarah bangsa-bangsa.
Berarti Bapak telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Bapak.”

-oO0o-

KETIKA BERUMUR 1O TAHUN KELAS EMPAT IBTIDAIYYAH

Oleh: Tsalis Muttaqin

Jam empat sore.. Hujan sangat lebat... saya baru saja pulang dari sekolah Madrasah. karena terasa lapar, saya mengambil makan. saya makan sambil jongkok di pinggir pintu belakang rumah, sambil menikmati hujan. 

Melihat saya makan di pinggir pintu. Ibu saya menegur: "Cung... hujan-hujan jangan makan di pinggir pintu, nanti disambar petir."

Selesai ibu saya menegur saya, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. saya melihat bola api meluncur dengan cepat. saya ketakutan. lari dan memanggil-manggil: "Ibuuuu..... ibuuuu...".

Piring nasi yang saya gunakan makan entah kemana. saya lupa.
Saya ketakutan. wajah saya pucat pasi.
Beberapa saat kemudian terdengar kabar bahwa tetangga saya tersambar petir. Syukur masih selamat. Hanya pingsan.
--------------------------------------------

NASEHAT MBAH MAIMOEN ZUBEIR

Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang Penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah. Begitu kira-kira nasehat berharga ini saya dapatkan dari Syikhunaa Romo Kyai Maimoen Zubeir.

KISAH SEORANG ANAK DAN IBU

Sore itu indah sekali. 
Seorang anak menghampiri ibunya yang sedang santai di halaman depan. Ia menyerahkan catatan yang ditulis di atas selembar kertas. 
Sang ibu membaca tulisan anaknya. Inilah isinya:

Untuk membersihkan kamar Rp. 5000,-
Untuk menjemur kasur dan bantal Rp 5000,-
Untuk pergi ke toko disuruh ibu 5 kali Rp. 5000,-
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000,-
Untuk nilai ulangan yang bagus Rp. 5000,-
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000
_________________________________

Selasa, Desember 11, 2012

BEGINILAH HIDUP

Seekor anak katak sangat ketakutan saat langit tiba-tiba gelap.
” Bu, Apa kita akan binasa, Kenapa langit tiba-tiba gelap ?”. Ucapnya sambil memegang erat pada induknya.
Sang Ibu menjawab dengan senyuman, 
“Anakku, itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu pertanda baik.” Jelas induk katak. Anak katak itu pun mulai tenang.
Namun ketenangan itu tak berlangsung lama. 

Tiba-tiba angin bertiup kencang.
Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil.
”Ibu, itu apa lagi ? Apa itu yang kita tunggu?” Tanya si anak sambil bersembunyi.
“Anakku. Itu cuma angin, itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang !” tambahnya dengan tenang.

Jangan Memaksanya Melakukan Sesuatu

Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. 

Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. 

Si anak mencoba membukanya secara paksa. 

Rabu, Desember 05, 2012

Hanya Allah Yang Maha Kaya

Oleh: Tsalis Muttaqin

11 tahun yang lalu,, ketika masih menjadi anak kos. Saya pernah bertemu dengan orang yang sangat kaya di Solo. Rumahnya seluas lapangan sepak bola. Mobil mewahnya 3 buah. Usaha batiknya sampai ekspor ke Amerika. Di sela obrolan, orang kaya tersebut mengeluh tidak punya uang. Dagangan sepi. 

Sesampai di kos, saya merenung; orang sekaya itu masih saja mengeluh. Bagaimana dengan saya? apa yang saya 
keluhkan? Isteri belum punya. kos saja nyari yang murahan. ngajar saja masih tidak tetap. kemana-mana naik angkot karena nggak punya motor.

Namun diujung renungan, saya mendapat kesimpulan, bahwa di dunia ini tidak ada orang kaya. Sekaya apa pun, kalau masih manusia tetap saja mengeluh. Itu artinya ia masih miskin juga. Hidup, buat saya, yang penting dijalani, sebisanya. Terima keadaan dan syukuri. Berusaha menjadi orang baik dan benar, sudah sangat membahagiakan.

Kadang punya uang banyak, kadang hanya sedikit dan kadang tidak punya uang adalah hal biasa.

Yang Maha Kaya hanyalah Allah. Sedangkan yang kita miliki, banyak atau sedikit, hanyalah karunia dari Allah. Semua akan kembali kepada Allah. termasuk kita.
Semoga kesimpulan saya ini tidak salah.

Entri Populer